Tampilkan postingan dengan label Motivasi Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2009

PERMAINAN UNTUK MOTIVASI


FORMAT : KELOMPOK
WAKTU : 10 - 20 MENIT
TEMPAT : IN DOOR / OUT DOOR
PESERTA : 10 - 50 ORANG

DESKRIPSI:
Instruktur menyiapkan kursi sebanyak jumlah N-1 atau N-2, sebagai contoh kalau pesertanya berjumlah 40 maka instruktur harus menyiapkan kursi sebanyak 39 atau 38. Kursi-kursi tersebut kemudia ditata melingkar. Setelah semuanya siap instruktur meminta kepada semua peserta untuk membuat barisan melingkar di dalam lingkaran kursi tersebut. Langka selanjutnya adalah.....instruktur meminta semua peserta untuk berputar..nah pada saat peserta sudah berputar instruktur mulai membacakan instruksi dan membacakan ceritanya.....pasti suasananya akan menjadi meriah dan menyenangkan sekaligus menegangkan saat para peserta harus fokus dengan cerita dan berebutan kursi, karena salah satu atau dua orang dari mereka ada yang tidak kebagian kursi.


ROBET DAN ROBOT

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama ROBET maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ROBOT maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Pada hari minggu yang lalu Bapak/ Ibu keluar ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Di KBS itu Bapak/Ibu bertemu dengan salah satu alumni SMP Ta’miriyah Surabaya tahun 2000, namanya ROBET. Dia menceritakan kalau sekarang sudah kerja di perusahaan besar dengan gaji yang lumayan tinggi, sehingga dia merasa hidupnya sudah bahagia. Karena kerjanya di perusahaan Robot maka dia sering dipanggil Robet Robot. Selang tidak lama teman kerjanya memanggil Ro……Ro…….Ro…..Ro….. Akhirnya dia pamitan pada saya untuk melanjutkan tujuannya. Sayapun memberikan do’a R…./R… semoga berhasil.


ANA DAN ANI

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama ANA maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ANI maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Sewaktu saya mengajar di sekolah lain, saya mempunyai murid nama ANA dan ANI sikembar yang imut sekali, anaknya ramah, sopan, pinter dan lucu. Karena kembar saya sering salah panggil. Saya memanggil ANA…, ANI yang datang. Saya panggil ANI… ternyata ANA yang datang. Teman temannya sering menggoda dengan memanggil mana yang ANA… mana yang ANI... Saya sering memanggilkan agar cepat mengenal. Kalau anaknya lewat saya teriak A…/A… Namun harapanku tidak pernah tercapai sehingga sering keliru ANA.., ANI...

KIPLI DAN ADUL

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama KIPLI maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ADUL maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Waktu kecil, saya punya kelompok bermain yang sangat mengasyikkan, kemana saja selalu berkumpul. Bahkan di sekolah pun selalu berkumpul. Ketika itu saya sekolah di SD Negeri dekat rumah. Kalau sore hari selalu bermain di halaman sekolah tersebut. Diantara mereka ada yang lucu, namanya KIPLI dan ADUL, anak anak sering berolah tentang kedua nama itu. KIPLI…, ADUL…, KIPLI…, ADUL…. Dan saya sangat gemas dengan si KIPLI itu.


BALCKY DAN JEKY

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama BLACKY maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama JEKY maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Di rumah saya memelihara kucing mulai dari kecil. Ada 2 kucing yang sangat dekat dengan saya. oleh anak saya, yang satu diberi nama BLACKY dan yang satu diberi nama JEKY. Setiap hari, sebelum saya bangun, keduanya pasti menghampiri kamar tidur sambil mengeong-ngeong, mungkin maksud dia membangunkan saya. Segera saya bangun dan menuju ke kamar mandi, setelah itu keduanya saya beri makan di kotak plastik dengan menu kesukaannya, nasi plus ikan pindang dan disebelahnya saya kasi minuman. Sambil saya memanggil BLACKY, JEKY, BLACKY, JEKY. Keduanya datang dan makan. Semua anggota keluarga saya bergantian memanggilnya BLACKY, JEKY, BLACKY, JEKY.
Continue Reading...

Selasa, 17 Februari 2009

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA


Pada posting kali ini saya akan berbagi pengalaman kepada para pembaca tentang hasil dari beberapa kegiatan pemberian bimbingan yang telah saya lakukan pada siswa-siswi SMP Ta'mriyah Surabaya pada dua bulan terakhir. Pada posting ini saya akan berbagi pengalaman pemberian motivasi belajar kepada siswa dan manfaatnya terhadap peningkatan motivasi belajar. Adapun alasan pelaksanaan program dan cara pelaksanaannya dapat dilihat dibawah ini.


RASIONAL

MC. Donald (dalam Hamalik, 1992) mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afeksi dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi, yaitu:
1) Motif dimulai dari adanya energi dalam pribadi.
2) Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal).
3) Motif ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.

Samuel Soeitoe mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan energi yang berciri timbulnya suatu perasaan yang didahului oleh reaksi-reaksi yang ingin mencapai tujuan. Sementara menurut George R. Terry, Ph.D (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak. Senada dengan Terry, Santrock (2007) mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku.

Terlepas dari beberapa definisi mengenai motivasi sebagaimana telah dijelaskan diatas, motivasi adalah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu proses belajar mengajar dan perlu mendapat perhatian serius dari para pendidik, karena tanpa motivasi mustahil seorang siswa dapat berhasil di sekolah (Wighfield&Eccles, 2002 dalam Santrock, 2007).

Menurut Sardiman (1996) siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dapat dicirikan sebagai berikut:

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak cepat putus asa).

3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).

4) Lebih senang kerja mandiri.

5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin.

6) Dapat memperthanankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).

7) Tidak mudah melepaskan hal yang sudah diyakininya.

8) Senang mencari dan memecahkan soal-soal.
Berdasar akan pentingnya motivasi belajar untuk mencapai suatu tujuan pendidikan maka dibuat program peningkatan motivasi belajar siswa.



TUJUAN
Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Ta’miriyah Surabaya.


TARGET
Setelah pelaksanaan program ini diharapkan siswa dapat lebih bersemangat dan lebih termotivasi dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.


CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
Program peningkatan motivasi belajar siswa ini dilaksanakan dengan menggunakan dua metode, yaitu: 1. Metode ceramah, dengan cara memberikan cerita-cerita tentang motivasi kepada para siswa, 2. Metode game, dengan cara memberikan game-game yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut:
1)Penyampaian materi, materi diberikan sebanyak 6 (enam) kali pertemuan pada 10 (sepuluh) kelas yang menjadi tanggung jawab penulis selama melaksanakan praktek kerja, dimana setiap pertemuannya berdurasi 40 menit dan khusus untuk materi cerita akan disampaikan dengan menggunakan media LCD prjector.

2)Evaluasi, evaluasi dilakukan dengan cara pemberian skala motivasi belajar yang disusun berdasar pada ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi tinggi menurut Sardiman sebagaimana telah dijelaskan(skala sebelumnya telah dilakukan uji validitas & reliabilitas)kepada 60 siswa yang telah mendapat materi program peningkatan motivasi belajar (diambil dengan teknik random sampling dan menggunakan teknik simple random, yitu dengan menggunakan undian untuk menentukan anggota sampel) dan kemudian dibandingkan dengan nilai skala motivasi belajar pada 60 siswa yang tidak mendapat materi program peningkatan motivasi belajar untuk mengetahui signifikansi pemberian materi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.

SKALA MOTIVASI DIUNDUH DISINI.

CARA PENGHITUNGAN VALIDITAS & RELIABILITAS DAPAT DISINI.

MATERI
Beberapa materi yang akan diberikan adalah: cerita tentang keberhasilan perjuangan sekelompok katak kecil saat menaiki menara, cerita pianis yang hanya punya dua jari, cerita pendaki gunung mount everest dengan menggunakan kaki palsu, cerita pendaki gunung dengan kursi roda, cerita peloncat tinggi mesir yang hanya menggunakan satu kaki, game segitiga kotak dan lingkaran, game I AM SUPER, game elang, game balon besar. MATERI DAPAT DIUNDUH DISINI.



ALAT YANG DIPERLUKAN
Laptop, LCD Projector, Alat tulis, Balon.


PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan dilaksanakan selama 6 minggu atau 6 pertemuan pada 10 kelas, dengan perincian 5 kelas siswa kelas VII dan 5 kelas siswa kelas VIII.Selama proses pelaksanaan kegiatan siswa terlihat bersemangat dan antusias, hal ini salah satunya disebabkan oleh penggunaan media LCD Projector, penggunaan animasi,penggunaan cerita dan penggunaan game yang kesemuanya mampu menjadikan suasana kelas lebih menyenangkan, santai tapi tetap serius.


HASIL
Hasil uji-t atau uji perbedaan yang saya lakukan terhadap kedua kelompok, yaitu kelompok siswa yang mendapat materi ini dan kelompok siswa yang tidak mendapat materi ini, menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan dengan nilai t hitung sebesar 3.948 adapun taraf signifikansi yang saya gunakan adalah 0.05 atau 5%. Dengan kata lain siswa yang mendapat materi ini memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapat materi ini. Hasil ini sesuai dengan gagasan Santock (2007) bahwa adakalanya siswa dapat termotivasi dari dalam diri (intrinsik) adakalanya siswa termotivasi karena adanya stimulasi dari luar dirinya (ekstrinsik).


CATATAN
Tentu saja hasil percobaan yang saya lakukan ini masih banyak kekurangan disana sini, kritik dan saran sangat saya butuhkan untuk pengembangan materi. Tetapi paling tidak saya dapat berbagi pada pembaca, bahwa pemberian motivasi oleh guru kepada siswa dalam proses pembelajaran sangatlah penting. Guru tidak seharusnya hanya memberikan materi dikelas tanpa memberikan motivasi kepada siswanya. Guru tidak seharusnya hanya marah jika siswanya tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) tanpa memberikan motivasi. Guru tidak hanya mengharuskan siswa untuk membaca tanpa memotivasi dan memberikan penjelasan tentang pentingnya membaca serta relevansinya dengan kebutuhan siswa.Perlu diketahui bahwa ada sebagian siswa yang dapat memotivasi dirinya sendiri dan ada sebagian siswa yang perlu dimotivasi oleh lingkungan sekitarnya, dalam hal ini bisa guru dan bisa juga orang tua.


DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 1992, Psikologi Belajar Mengajar, Bandung:Sinar Baru.

Santrock, John W. 2007, Psikologi Pendidikan, Terjemahan oleh: Tri Wibowo B.S., Jakarta:Kencana Prenada Media Group.

Sardiman. 1996, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta:Raja
Grafindo Persada.

Soenarno, Adi, 2006. Motivation Games Untuk Pelatihan Manajemen, Yogyakarta:Andi Offset.

Soeitoe, Samuel. Psikologi Pendidikan, Jakarta:Fakultas Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia.

Moekjizat. 1984, Dasar-Dasar Motivasi, Bandung:Sumur, 1984.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.
Continue Reading...

Senin, 16 Februari 2009

PENTINGNYA MOTIVASI DALAM PROSES BELAJAR



PENGERTIAN MOTIVASI
Menurut Walgito (2002) motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau tomove yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif sebagai pendorong tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait dengan faktor lain yang disebut dengan motivasi.Menurut Caplin (1993) motif adalah suatau keadaan ketegangan didalam individu yang membangkitkan, memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada tujuan atau sasaran. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi disekitarnya (Woodworth dan Marques dalam Mustaqim, 1991).Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan dari dalam yang memberi kekuatan, yang menggiatkan atau menggerakkan, dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah tujuan-tujuan tertentu.


Menurut Gunarsa (2003) terdapat dua motif dasar yang menggerakkan perilaku seseorang, yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Sementara Maslow A.H. menggolongkan tingkat motif menjadi enam, yaitu: kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan seks, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (dalam Mahmud, 1990).


Terlepas dari beberapa definisi tentang motif diatas, tentu kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa motif adalah suatu dorongan dari dalam diri individu yang mengarahkan pada suatu aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu pula. Sementara itu motivasi didefinisikan oleh MC. DOnald (dalam Hamalik, 1992) sebagai suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi yaitu:
1. Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.
2. Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal), misalnya karena amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti, maka dia akan bertanya.
3. Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan.
Menurut Terry (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak.


PENGERTIAN BELAJAR
Menurut Skinner (dalam Syah, 2004) belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif. Sedangkan menurut Wittaker (dalam Djamarah, 2002) belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman. Sementara itu Chaplin, 1993 dalam Kamus Psikologi membatasi istilah belajar dalam dua rumusan: 1. belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman, 2. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas, latihan atau kegiatan lainnya yang menimbulkan suatu perubahan secara kognitif, afektif dan psikomotorik pada individu yang bersangkutan.

PENGERTIAN MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar adalah segala sesuatu yang dapat memotivasi siswa atau individu untuk belajar. Ada dua motivasi dalam belajar, yaitu motivasi Ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Menurut Santrock (2007) motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan) motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Sedangkan motivasi instrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri), misalnya murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada pelajaran yang diujikan. Dari pendapat Santrock tersebut kiranya sudah sangat jelas bahwa motivasi belajar itu ada yang bersifat instrinsik atau timbul dari dalam diri siswa sendiri ada juga yang bersifat ekstrinsik atau muncul karena adanya imbalan atau hadiah dari guru atau orang tua.

MOTIVASI DAN BELAJAR
Lalu apa pentingnya motivasi dalam belajar, tentu saja penting, diawal sudah dijelaskan bahwa motivasi adalah merupakan suatu energi dalam diri manusia yang dapat mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu, artinya tanpa motivasi seorang siswa tidak akan membaca, belajar dan sekolah dan akhirnya tentu saja tidak akan mencapai suatu keberhasilan dalam belajar. Menurut Syah (2004) dan DePorter (2003) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi belajar, yaitu:
1. Faktor internal siswa: Aspek fisik (kelelahan, pendengaran, penginderaan, dll.), Aspek Psikologis (Inteligensi siswa, bakat, sikap, minat, dan motivasi).
2. Faktor eksternal: Lingkungan sosial (lingkungan rumah, lingkungan sekolah).
3. Faktor pendekatan belajar

Daftar Pustaka:
1. Walgito, Bimo.2002, Psikologi Umum (Yogyakarta:Andi)
2. Caplin, James P. 1993, Kamus Lengkap Psikologi Terjemahan oleh Kartini Kartono, (Jakarta:Grafindo Persada).
3. Mustaqim. 1991, Psikologi Pendidikan (Jakarta:Rineka Cipta)
4. Moekjizat. 1984, Dasar-dasar Motivasi (Bandung:Sumur)
5. Gunarsa, Singgih D. 2003, Psikologi Perawatan (Jakarta:BPK Gunung Mulia)
6. Mahmud, Dimyati. 1990, Psikologi Suatu Pengantar (Yogyakarta:BPFE)
7. Hamalik, Oemar. 1992, Psikologi Belajar Mengajar (Bandung:Sinar Baru)
8. Syah, Muhibbin. 2004, Psikologi Belajar (Jakarta:Raja Grafindo Persada)
9. Djamarah, Syaiful B. 2002, Psikologi Belajar (Jakarta:Rineka Cipta)
10. Santrock, J.W. 2007, Psikologi Pendidikan (Jakarta:Kencana Prenada).
11. DePorter Bobbi & Mike Hernacki. 2003, Quantum Learning (Bandung:Mizan)


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.
Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template